Tingkat Inflasi Data Bank Indonesia dan BPS Hingga Tahun 2021

Tingkat inflasi di Indonesia pada tahun 2020 tercatat terendah sepanjang sejarah sebesar 1,68 persen. Hal itu tentu menggembirakan banyak pihak yakni kalangan masyarakat dan pemerintah. Namun pemerintah dan masyarakat jangan bersuka cita dulu. Mengingat kecenderungan inflasi akan terus berlangsung setiap harinya. Lengah sedikit akan membahayakan perekonomian masyarakat.

Tingkat Inflasi di Indonesia - Indeks Harga Konsumen

Tabel: indonesia-investments.com

Tingkat Inflasi di Indonesia - Indeks Harga Konsumen 2

Tabel: indonesia-investments.com

Setiap tanggal 1 Mei, buruh bersuka cita karena pada hari ini mereka merayakannya sebagai hari Buruh. Umumnya yang dilakukan pada tanggal tersebut adalah mengadakan seminar dan demonstrasi damai. Para buruh senantiasa menuntut kepada pemerintah untuk meningkatkan upah mereka yang dinilai sudah tak layak lagi. Penghasilan buruh bersifat tetap sedangkan kenaikan harga barang terus melonjak setiap bulannya.

Pemerintah berusaha mendengarkan semua aspirasi para buruh tersebut. Namun terkadang permintaan buruh tersebut tak dapat dikabulkan dengan suatu alasan yang kuat. Misalkan pertumbuhan perusahaan yang mengalami kelesuan. Tapi pemerintah bertekad untuk mensejahterakan buruh dengan peningkatan upah. Dikarenakan upah buruh yang tetap selama ini terkadang sudah tak mencukupi lagi dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya.

Gambaran Inflasi

Tingkat Inflasi di Indonesia - Gambaran Inflasi

Apa yang dimaksud dengan inflasi ? Itu adalah pertanyaan yang sangat umum diutarakan orang. Mereka tak mengerti dengan arti inflasi, tingkat inflasi dan bentuknya. Secara mudah, inflasi digambarkan suatu kenaikan harga-harga barang kebutuhan manusia seperti mie, sembako, telor, terigu, minuman, makanan, perabotan rumah tangga, sepeda motor, mobil, komputer, buku, dan semua barang lain.

Untuk lebih memahami inflasi dan tingkat inflasi sangat dianjurkan seseorang mendatangi pasar. Dengan berada di pasar, seseorang bisa melihat harga-harga kebutuhan pokok. Seperti sayuran, cabai merah, cabe keriting, bawang merah, bawang putih, garam, beras, gula merah, dan gula pasir serta harga barang pokok lainnya. Coba kamu bandingkan harga itu semua dengan harganya di masa lalu.

Kamu akan terkaget dengan harga barang sekarang ini dengan harga barang tersebut di masa lalu. Contohnya harga cabai pada beberapa tahun lalu hanya sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Namun harga cabai saat ini di pasar sebesar Rp 100 ribu per kg. Bayangkan kenaikannya lima kali lipat dari harga beberapa tahun lalu. Inilah yang dinamakan inflasi dan tingkat inflasi yang sangat tinggi.

Sekarang kamu tidak bisa lagi membeli cabai satu kilogram dengan harga Rp 20 ribu. Tapi kini kamu harus mengeluarkan uang sebesar Rp 100 ribu untuk membeli cabai seberat 1 kg. Inilah yang dinamakan tingkat inflasi yang sangat tinggi dan dampaknya menambah orang-orang miskin baru di Indonesia.

Sejarah Inflasi

Tingkat Inflasi di Indonesia - Sejarah Inflasi

Sejarah inflasi di Indonesia sudah terjadi pada beberapa tahun sebelum sekarang ini. Pada masa pemerintahan Presiden Sorkarno, Indonesia pernah mengalami tingkat inflasi yang paling tinggi sepanjang sejarah. Yang membuat banyak rakyat sengsara dan hidup dibawah garis kemiskinan. Harga barang-barang mengalami peningkatan sangat tinggi. Sehingga barang sembako seperti telur menjadi barang mewah yang setiap orang tak bisa menikmati telor. Karena harganya sangat mahal dan tak terjangkau oleh masyarakat lagi.

Yang patut disyukuri. Tingkat inflasi yang tinggi tidak terjadi lagi di era Presiden Soeharto sampai sekarang ini. Tingkat inflasi masih berada dalam level yang normal. Namun demikian, laju inflasi yang terus bertambah setiap bulannya sedikit banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat. Daya beli masyarakat semakin sangat rendah seiring kenaikan berbagai barang kebutuhan pokok dan utama seperti sembako.

Penjelasan Tingkat Inflasi di Indonesia

Tingkat Inflasi di Indonesia

Tingkat inflasi berbeda-beda tingkatannya. Ada yang mengalami tingkat inflasi sedang, menengah sampai tinggi. Inflasi sudah terbukti membuat masyarakat semakin sengsara dalam memenuhi kebutuhan hidup harian. Masyarakat semakin sulit mendapatkan barang kebutuhan pokok karena daya beli yang semakin rendah dengan harga barang yang semakin mahal.

Negara Indonesia sekarang ini masyarakatnya sudah menurun daya belinya dan ditambah lagi dengan lajunya tingkat inflasi yang bergerak naik. Walaupun tahun sekarang tingkat inflasi dibawah dua persen tapi cukup membuat daya beli masyarakat terus menurun.

Tingkat Inflasi April 2020 – Januari 2021

Bulan Data Inflasi
Januari 2021 1.55 %
Desember 2020 1.68 %
November 2020 1.59 %
Oktober 2020 1.44 %
September 2020 1.42 %
Agustus 2020 1.32 %
Juli 2020 1.54 %
Juni 2020 1.96 %
Mei 2020 2.19 %
April 2020 2.67 %

Sumber : Bank Indonesia (BI)

Penurunan daya beli masyarakat ini coba dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah. Salah satunya lewat bantuan program bantuan langsung tunai atau penciptaan satu juta pengusaha. Namun program tersebut sedikit membantu masyarakat dalam cara mengatasi inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat sementara saja.

Inflasi yang terus berjalan setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun tentu membawa dampak bagi masyarakat luas terkait kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan sekunder. Masyarakat akan lebih berhemat lagi dalam berbelanja. Hal tersebut terbukti seperti yang melanda negara Malaysia dan Indonesia. Masyarakatnya lebih banyak menahan uangnya untuk belanja kebutuhan sekunder dan tersier. Masyarakat lebih memilih belanja hanya untuk kebutuhan pokok saja.

Tingkat Inflasi di Indonesia - Indeks Harga Konsumen Perubahan Tahunan

Kalau saja inflasi terus berlangsung dan daya beli masyarakat semakin turun maka akibatnya akan banyak orang miskin dan kelaparan di negeri ini. Mereka sudah tidak sanggup lagi membeli kebutuhan pokoknya lagi apalagi kebutuhan sekunder. Inilah yang dinamakan krisis ekonomi yang biasanya disebabkan oleh tingkat laju inflasi yang sangat tinggi.

Yang terjadi sekarang ini, inflasi terus melanda negara Indonesia. Walaupun pemerintah mengklaim tingkat inflasi di Indonesia sangat rendah dibawah dua persen. Tapi masyarakat kecil tetap merasakan dampak inflasi walaupun besarannya sangat kecil. Harga barang pokok mengalami kenaikan. Sedangkan gajinya tetap. Inilah yang membuat masyarakat kecil kian sengsara hidup di negara Indonesia.

Puncak Inflasi Tradisionil di Indonesia

Tingkat Inflasi di Indonesia - Puncak Inflasi Tahunan Menurut Kelompok

Harga-harga yang melambung tinggi merupakan bagian dari laju inflasi yang berlangsung setiap tahunnya secara alami. Misalkan kenaikan harga barang sembako dan barang pokok di saat bulan Ramadhan, menjelang hari raya idul fithri dan idul adha serta tahun baru. Tentu kamu pernah merasakannya bukan?

Apa yang harus dilakukan jika Indonesia mengalami tingkat inflasi yang tinggi? Langkah pertama adalah bersikap tenang. Langkah kedua, adalah mempercayai bahwa situasi inflasi saat ini adalah kehendak dan kekuasaan Allah. Dan ketiga, setiap masyarakat Indonesia dapat mengurangi belanja mereka terhadap kebutuhan sekunder. Masyarakat hendaknya memprioritaskan belanja yang pokok atau penting terlebih dahulu hingga kondisi ekonomi kembali stabil.

Dengan adanya situasi inflasi yang terus bergerak maju akan membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara akan terhambat. Inflasi yang tinggi akan membawa perubahan gaya hidup masyarakat. Dengan uang yang ada masyarakat tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak aneh jika di pedesaan-pedesaan terpencil banyak orang yang sudah tak mampu lagi membeli kebutuhan pokok sehari-hari akibat harga barang pokok itu naik sedangkan penghasilannya sangat kecil.

Dalam hal ini, tingkat inflasi membuat masyarakat lebih berhemat. Pengeluaran sehari-hari atau bulanan semakin membengkak. Seorang ibu rumah tangga biasanya meminta kepada suaminya jatah uang belanja yang lebih besar karena harga kebutuhan rumah tangga seperti sembako dan lain-lain mengalami peningkatan. Uang yang selama ini rutin diberikan kepada istrinya sudah tak mencukupi lagi. Itulah gambaran kasar yang membuktikan tingkat inflasi berdampak kepada kehidupan rumah tangga pula.

Dampak inflasi pada negara juga berpengaruh besar pada kerugian negara. Dengan adanya inflasi maka biaya ekspor negara untuk menghasilkan devisa semakin tinggi. Yang berdampak pada daya saing ekspor semakin berkurang.

Selanjutnya dikaitkan dengan menabung. Banyak orang yang mulai menarik tabungan dan deposito mereka di bank. Disebabkan bunga bank yang didapatkan sangat kecil dibandingkan kenaikan inflasi dan harga barang pokok. Belum ditambah adanya potongan pajak deposito, biaya administrasi tabungan bulanan yang membuat keuntungan tak mencukupi lagi.

Yang berperan penting dalam mengatasi inflasi adalah pemerintah dan negara. Cara yang bisa dilakukan setiap orang ketika terjadi inflasi adalah bersikap tenang dan tak gampang panik. Yang membuat kamu membeli barang dalam jumlah berlebihan. Karena itu akan semakin meningkatkan tingkat inflasi.

Sementara itu, cara menghitung tingkat inflasi dengan cara menggunakan rumus sebagai berikut : Tingkat inflasi sama dengan Indeks Harga Konsumen periode kesatu dikurangi indeks harga konsumen periode kedua dibagi IHK periode kedua lalu dikali 100.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 887

No votes so far! Be the first to rate this post.