Memahami Pajak Deposito dan Besaran Laba Deposito

Pajak deposito menjadi elemen penting dalam pertimbangan memulai investasi deposito yang dijalani seseorang disamping bunga deposito. Karena dengan adanya pajak ini keuntungan seseorang dalam investasi deposito akan sedikit berkurang. Apalagi hanya diberikan bunga yang kecil pastinya laba dari deposito akan semakin kecil saja.

Mengatur finansial adalah kewajiban setiap orang yang telah dewasa. Beberapa manusia dapat mengatur keuangan secara baik. Dan masih banyak orang yang belum mampu mengelola keuangan secara baik. Salah satu ciri orang yang mampu mengelola finansial secara bagus adalah mereka yang mulai berinvestasi. Dengan berinvestasi berarti mereka merencakan keuangan di masa depan yang lebih makmur dan sejahtera.

Mengapa seseorang harus investasi? Pertanyaan itu sangat mudah dijawab. Karena setiap tahunnya, negara Indonesia mengalami inflasi. Yang berarti nilai uang semakin menurun. Untuk mengantisipasi nilai yang menurun dibutuhkan instrumen yang namanya investasi. Sehingga laba dari investasi dapat menutupi nilai uang yang turun tersebut.

Ada beberapa instrumen investasi yang sering digunakan orang untuk mengimbangi laju inflasi. Seperti investasi tanah, investasi rumah, bisnis, investasi emas, investasi apartemen, investasi pendidikan, investasi reksadana dan sejumlah investasi yang lain. Diantara sekian banyak jenis investasi itu, seseorang terkadang sangat sulit untuk memilih jenis investasi yang tepat dan menguntungkan bagi dirinya.

Mengatasi laju inflasi tidak bisa dilakukan hanya dengan berpangku-pangku tangan atau menabung uang. Bunga dari tabungan konvensional tidak akan mencukupi tingkat inflasi. Justru dengan menabung uang di tabungan rumah atau bank akan semakin menurunkan nilai uang tersebut secara drastis. Yang bisa dan paling tepat untuk mengimbangi laju inflasi dan mencegah nilai uang semakin turun adalah dengan berinvestasi. Salah satunya investasi deposito.

Makna Deposito

Pajak Deposito - Makna

Deposito adalah produk yang bersifat simpanan di bank dalam jumlah besar. Sang penyimpan atau nasabah mempercayakan uangnya untuk dikelola oleh bank. Oleh bank, dana nasabah itu disalurkan ke sektror usaha yang produktif dan menguntungkan dengan sistim bagi hasil. Dari hasil deposito itu, seorang nasabah mendapatkan keuntungan investasi dengan perhitungan keuntungan itu dikurangi dengan pajak deposito.

Untuk membuka rekening deposito sama seperti membuka rekening tabungan. Namun ada beberapa perbedaan yang sangat penting antara deposito dan tabungan. Seperti dalam deposito tidak diperbolehkan seorang nasabah mengambil uang pokok depositonya sewaktu-waktu. Karena sudah ada perjanjian bahwa uang pokok deposito hanya dapat diambil oleh pemiliknya jika sudah jatuh tempo.

Waktu atau Tempo Deposito

Pajak Deposito - Waktu

Mengenai jatuh tempo deposito dapat diketahui dengan melihat surat sertifikat deposito. Di bagian depan surat sertifikat deposito tersebut dicantumkan beberapa hal diantaranya :

  • Identitas pemilik deposito
  • Jangka waktu deposito
  • Besaran jumlah uang deposito
  • Besaran bunga deposito
  • Tanggal jatuh tempo deposito.

Macam-macam deposito terdiri-dari berdasarkan bank penerbit maupun jangka waktu. Kamu yang berdeposito bebas menentukan jangka waktunya. Kamu bisa memilih jangka waktu deposito satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan dua belas bulan sampai satu tahun. Lebih lama memilih jangka waktu akan semakin besar keuntungan yang didapatkan.

Penentuan jangka waktu bagi sebuah deposito sangat penting. Kamu bisa memilih jangka waktu sesuai keperluan dan kepentingan kamu. Jangan sampai kamu memilih jangka waktu terlama padahal kamu membutuhkan uang deposito dalam jangka waktu dekat.

Bank yang Mengeluarkan Deposito

Pajak Deposito - Bank

Deposito mempunyai berbagai jenis dan ragam tergantung bank yang mengeluarkannya. Sebagai berikut :

  • Deposito Bank BCA
  • Deposito BRI
  • Deposito Bank Mandiri
  • Deposito Berjangka
  • Deposito Bank Mega
  • Deposito Bank Bukopin
  • Deposito BNI
  • dan deposito yang lainnya.

Perbedaan lainnya, deposito dikenakan pajak deposito. Sedangkan tabungan tak dikenakan pajak.

Besaran Laba Deposito

Pajak Deposito - Laba

Investasi dalam sektor deposito adalah cara yang paling mudah dan banyak dilakukan orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah seseorang akan mendapatkan bunga bank yang tingkat suku bunga lebih tinggi ketimbang bunga tabungan. Jadi jika kamu ingin mendapatkan keuntungan lebih besar maka kamu dapat mengalihkan uang di tabungan ke dalam bentuk sertifikat deposito.

Kekurangannya, deposito dibebankan pajak deposito. Sehingga memberatkan nasabah. Karena laba investasi deposito akan semakin mengecil dengan adanya pajak deposito yang harus dibayarkan pada saat penarikan bunga deposito.

Kelebihan lain, investasi deposito terbilang sangat aman dari resiko kerugian. Nasabah deposito sama sekali tak akan mendapatkan rugi dengan uangnya habis atau berkurang sedikitpun. Justru uangnya akan semakin bertambah besar. Misalkan seseorang deposito sebesar Rp 10 juta maka setiap bulan ia akan mendapatkan bunga deposito sebesar Rp 50 ribu.

Fasilitas Deposito

Pajak Deposito - Fasilitas

Lembaga-lembaga perbankan konvensional maupun bank syariah hampir mempunyai layanan deposito. Untuk produk deposito di bank syariah disebut deposito syariah yang ketentuannya berbeda dengan deposito konvensional. Dana masyarakat yang disetorkan dalam bentuk deposito dijalankan oleh manager investasi dengan penuh amanah dan halal. Sistem yang digunakan bukan bunga deposito tapi bagi hasil sesuai prinsip Islam.

Salah satu layanan deposito yang sangat memanjakan para investor deposito adalah adanya layanan perpanjangan otomatis yang disebut ARO. Automatic Rool Over akan memberikan kemudahan bagi nasabah saat deposito jatuh tempo. Sang nasabah tidak perlu lagi mengadakan perjanjikan permohonan pengajuan deposito. Ia tidak perlu datang lagi ke bank karena secara otomatis jika uang deposito tak diambil pada saat jatuh tempo maka deposito diperpanjang otomatis.

Terus dalam deposito ada juga layanan pengiriman bunga. Nasabah tidak perlu mengambil bunga deposito ke bank langsung. Penerimaan bunga deposito dapat ditransfer langsung ke pemilik deposito. Sehingga nasabah bisa mengecek saldonya dan mengambil bunga deposito di ATM terdekat.

Yang menjadi banyak pertanyaan adalah baguskah investasi deposito? Beberapa pihak menilai investasi deposito kurang bagus dalam meningkatkan keuangan seseorang. Karena bunga deposito terkadang terkalahkan dengan angka inflasi yang ada. Tapi itu lebih bagus ketimbang menyimpan uang dalam buku tabungan di rumah atau di bank.

Pajak Deposito

Pajak Deposito yang Berlaku

Salah satu sumber pemasukan negara adalah dari sektor pajak. Berdasarkan riset ternyata penerimaan terbesar negara dari pajak. Inilah yang membuat sektor pajak memberikan peranan penting dalam keberlangsungan negara dan pemerintahan. Pajak yang diambil oleh negara sangat banyak, diantaranya :

  • Pajak bumi dan bangunan
  • Pajak penghasilan
  • Pajak kendaraan mewah
  • Pajak ekspor impor
  • Pajak deposito dan pajak lain sebagainya.

Begitupula jika kamu investasi dalam sektor deposito akan dikenakan pajak deposito yang nilainya bervariasi. Berikut ini cara menghitung pajak deposito dan contohnya yang harus dimulai dengan mengetahui besaran uang deposito.

Cara Menghitung Pajak Deposito

Cara Menghitung Pajak Deposito

Contohnya: kamu investasi deposito sebesar Rp 100 juta dengan tingkat suku bunga deposito saat ini sebesar lima persen pertahun. Berarti dikalikan saja Rp 100 juta dengan lima persen. Hasilnya sama dengan Rp 5 juta. Selanjutnya, kamu menghitung bunga deposito yang akan di dapatkan setiap tahun dengan membagi Rp 5 juta dengan 12 maka hasilnya Rp 416 ribu. Ini adalah bunga deposito yang kamu dapatkan setiap bulan.

Sekarang kita langsung ke perhitungan pajak deposito denganĀ  cara mengalikan 20 persen sebagai besaran pajak dengan besaran bunga deposito sebesar Rp 416 ribu. Sehingga didapat besaran pajak deposito sebesar Rp 83.333,00.

Demikian cara perhitungan pajak deposito. Apabila kamu ingin menghindari dari pajak deposito maka caranya sangat mudah yakni dengan deposito dibawah Rp 7,5 juta. Di atas nominal uang deposito Rp 7,5 juta akan dikenakan pajak deposito yang perhitungan seperti di atas.

Lebih jelasnya bisa melihat mekanisme perhitungan pajak pada situs resmi pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia

5 / 5. 906