Bagaimana Metode Perhitungan Inflasi 2021? Simak Penjelasannya!

Metode perhitungan inflasi menjadi topik pembahasan kali ini. Bila membahas tentang inflasi maka tak terlepas dari kenaikan harga barang-barang di pasaran. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk barang atau jasa tersebut. Pada satu sisi, inflasi membawa dampak bagi masyarakat luas. Namun dari satu sisi lain, inflasi bisa berdampak bagi pengusaha.

Setiap tahun, harga barang-barang pokok dan sekunder serta tersier mengalami kenaikan. Kenaikan harga barang tersebut ada yang secara alami dan ada yang diakibatkan oleh monopoli pasar atau permainan pengusaha. Bagaimana pun inflasi membawa dampak buruk bagi masyarakat luas terutama masyarakat menengah bawah yang daya belinya semakin turun.

Setiap tanggal 1 bulan Mei, para pekerja dan pegawai swasta merayakan hari buruh sedunia. Mereka dalam setiap merayakan hari buruh tersebut senantiasa berdemo. Adapun yang menjadi tuntutan mereka adalah menuntut kepada pemerintah untuk menaikkan upah buruh yang dinilainya sudah tidak layak dan tak memenuhi lagi. Disebabkan harga-harga barang kebutuhan pokok yang semakin naik.

Pemerintah pun melalui Dinas Tenaga Kerja berusaha menetapkan upah buruh sesuai UMR, UMK dan UMP. Setiap tahun UMR, UMP dan UMK selalu naik. Namun di tahun 2021 saat ini ada beberapa daerah yang tidak menaikkan upah buruh. Selain tuntutan buruh, ada juga tuntutan dari mahasiswa untuk menurunkan biaya pendidikan, dan itu pun harus dilakukan oleh pemerintah. 

Dalam hal ini kenaikan berbagai macam barang kebutuhan pokok menjadi sumber masalah bagi orang miskin. Contohnya kenaikan harga biaya pendidikan tinggi akan membuat sebagian orang tak bisa mengenyam kuliah. Biaya kesehatan yang semakin mahal akan membuat orang miskin sulit mendapatkan pengobatan yang layak. Yang menjadi kenaikan harga barang-barang di atas disebut dengan inflasi.

Apa Itu Inflasi

Metode Perhitungan Inflasi - Apa itu Inflasi

Apa itu inflasi? Bagi mereka yang pernah duduk di sekolah SD, SMP dan SMA pastinya sudah pernah mendengar istilah ini. Mungkin mereka ada yang kurang memahami apa itu inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. Dengan kenaikan harga barang maka masyarakat kecil akan hidup dalam kesulitan.

Inflasi terjadi dalam segala bidang kehidupan. Seperti dalam bidang pendidikan yang biaya pendidikan semakin mahal. Kemudian inflasi dalam bidang kesehatan yang biaya pengobatan semakin mahal. Hingga harus membuat asuransi kesehatan untuk menopang biaya kesehatan yang mahal. Kemudian berlanjut dalam pertanian dimana harga pupuk urea mengalami kenaikan yang sangat pesat.

Inflasi juga merambah ke harga barang-barang kebutuhan pokok seperti sembako dan sayur-sayuran. Kebutuhan pokok ini mengalami kenaikan yang besar. Hingga masyarakat dibuat susah untuk menjalani kehidupan sehari-hari di saat pendapatan mereka tetap setiap bulannya. Misalkan harga daging sapi yang mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi disebabkan langkanya pasokan daging sapi dari para peternak. Hingga pemerintah mengimpor sapi dari Australia dan India untuk menurunkan harga daging sapi. Walaupun kenyataannya, harga daging sapi hanya turun sedikit. Kemudian harga daging ayam yang mengalami kenaikan yang asalnya Rp 17 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu perkg.

Kenaikan berbagai harga barang sesuai dengan hukum pasar. Dimana adanya permintaan yang sangat tinggi terhadap barang itu, sedangkan pasokan barang terbatas. Inilah yang membuat kenaikan harga barang tertentu menjadi sumber inflasi. Dengan kenaikan harga barang itu maka masyarakat akan menurun daya belinya sehingga mereka tidak jadi membeli barang tersebut.

Akan banyak pihak yang merasa dirugikan dengan kenaikan harga barang. Terutama konsumen masyarakat bawah dan pedagang mikro kecil. Kalau dibiarkan inflasi melanda suatu negara secara tak terkontrol maka akan merusak perekonomian negara seperti halnya yang dialami oleh negara Venezuela yang harga barang naik tinggi sedangkan nilai uangnya menjadi turun. Untuk itulah, pemerintah Indonesia berusaha sebaik mungkin mengontrol laju inflasi.

Pengertian Inflasi

Metode Perhitungan Inflasi - Pengertian Inflasi

Menurut Bank Indonesia, pengertian inflasi adalah naiknya berbagai harga barang pokok atau sekunder secara berkelanjutan dalam tempo tertentu. Dalam hal ini, kenaikan harga dari semua barang dan jasa yang ada di pasaran. Sehingga dua atau tiga barang atau jasa yang mengalami kenaikan tak bisa dinamakan istilah inflasi.

Lawan dari inflasi adalah deflasi. Terjadinya inflasi dimulai dari kenaikan harga suatu barang atau jasa. Misalkan harga pertamax atau pertalite mengalami kenaikan yang merambah ke harga barang-barang lain menjadi naik secara meluas. Itulah yang dinamakan inflasi sehingga pemerintah tak bisa sewenang-wenang menaikan harga barang atau jasa apalagi ditengah kondisi negara dan masyarakat yang memprihatinkan.

Dengan adanya inflasi maka nilai mata uang akan semakin turun. Sebagaimana terjadi di negara Venezuela yang nilai mata uangnya sangat menurun drastis. Sehingga harga barang sangat mahal dan nilai uangnya merosot tajam. Salah satu penyebab yang membuat inflasi di Venezuela diakibatkan oleh minyak sebagai sumber pendapatan negara mengalami penurunan harga. Pemasukan negara semakin kecil.

Metode Perhitungan Inflasi

Metode Perhitungan Inflasi

Syarat dan faktor penyebab terjadinya inflasi adalah kenaikan harga semua barang dan menurunnya nilai mata uang secara signifikan. Inflasi dapat disebabkan beberapa faktor terutama kenaikan harga barang yang semakin meluas ke seluruh daerah di Indonesia. Metode perhitungan inflasi dapat dengan melihat IHK, indeks harga perdagangan besar dan harga produk domestik bruto.

Metode perhitungan inflasi umumnya menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK). Indeks Harga Konsumen akan mengukur tingkat kenaikan laju inflasi pada setiap barang. Seperti dalam produk jasa olahraga, hiburan, kesehatan, pendidikan, sandang, perumahan, bahan bakar, minuman, dan makanan. Sehingga dapat diketahui tingkat dampaknya pada masyarakat luas.

Metode perhitungan inflasi umumnya dilakukan oleh pemerintah sebagai bahan dalam mengatur laju inflasi. Biasanya metode perhitungan inflasi dilakukan pada hari tertentu. Contohnya hari raya idul adha maupun hari raya idul fitri. Karena pada hari ini umumnya terjadi lonjakan harga barang-barang kebutuhan pokok. Seperti sayuran, gas elpiji, telor, tepung terigu, minyak goreng, pakaian dan kebutuhan pokok lain.

Dampak Inflasi

Metode Perhitungan Inflasi - Dampak

Dampak inflasi akan membawa dampak buruk pada masyarakat kecil yang penghasilannya sangat minim. Dengan kenaikan harga barang-barang, daya belinya semakin rendah. Dan hal itu terjadi sekarang ini dimana pemerintah tidak bisa menahan laju inflasi yang semakin tinggi.

Konsumsi masyarakat terhadap produk barang dan jasa semakin menurun. Padahal ekonomi akan berjalan dengan baik jika adanya tingkat konsumsi yang baik. Dengan sedikit konsumsi dari masyarakat maka pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara akan berjalan sangat lambat.

Bagi masyarakat menengah pun, inflasi membawa dampak kurang baik baginya. Pendapatan mereka bersifat tetap nominalnya, namun harga semua barang mengalami kenaikan. Sehingga gaji bulanannya yang selama ini mencukupi kebutuhan sehari-hari sudah tak mencukupi lagi. Untuk mengatasi kekurangan maka mereka banyak yang berhutang.

Dengan terjadinya inflasi juga akan membuat negara semakin sedikit mendapatkan devisa. Selain itu, orang tak berminat lagi untuk menyimpan uang mereka di bank. Karena bunga yang rendah sedangkan kenaikan harga barang yang sangat tinggi. Mereka bisa rugi dengan menyimpan uang di bank sebab semakin tergerus laju inflasi yang akan membuat nilai uangnya semakin kecil.

Metode perhitungan inflasi di Indonesia berguna untuk pemerintah dalam mengevaluasi kinerjanya supaya inflasi tidak semakin naik dan mewabah di seluruh Indonesia.

5 / 5. 798

Baca Juga  4 Faktor Penyebab Inflasi Dalam Perekonomian di Indonesia