Manulife Bayar Klaim Covid-19 Rp 193 Miliar

BitUniverse.net – Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai munculnya gelombang kedua dan ketiga wabah virus Covid-19 sebagaimana yang terjadi di India, dan juga di Malaysia serta Singapura. Bahkan, Malaysia dan Singapura sudah melakukan lock down sebagai langkah pencegahan.

Bagi perusahaan asuransi jiwa, pandemi Covid-19 menjadi tantangan sekaligus peluang. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland memaparkan, sejak awal pandemi, pihaknya dengan cepat mengubah model bisnis dan menyesuaikan diri.

“Kami segera menerapkan layanan non-face to face,  seluruh karyawan dan tenaga pemasar tetap memberikan layanan optimal kepada para nasabah dengan memaksimalkan penerapan teknologi,” ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Ryan Charland di Jakarta, Senin (31/5).

Berkaitan dengan pandemi Covid-19, Manulife Indonesia telah membayar klaim sebesar Rp 82 miliar per Desember 2020. Sedangkan, hingga 8 April 2021, total klaim Covid-19 yang dibayar tercatat sebesar Rp 193 miliar.

Ryan mengungkapkan, seiring dengan pandemi yang masih belum berakhir, produk perlindungan kesehatan menjadi salah satu produk yang paling diminati konsumen.”Hal ini terlihat dari penjualan produk kesehatan di kuartal pertama 2021 yang bertumbuh 46 persen dibandingkan dengan penjualan yang sama di kuartal pertama 2020,” sebutnya.

Komitmen korporasi untuk terus berfokus pada kebutuhan nasabah juga terlihat dari perolehan total klaim yang dibayarkan sepanjang tahun 2020 yakni sebesar Rp 5,5 triliun atau sebesar Rp 15 miliar setiap harinya dan Rp 631 juta setiap jam.

Pembayaran klaim ini merupakan salah satu dari banyak manfaat berasuransi yang diperoleh nasabah. Karena itu, proteksi diri dan keluarga melalui asuransi sangatlah penting, terutama di masa pandemi Covid-19.

Mereka mencari strategi dan inovasi yang tepat agar bisa memberikan pelayanan yang optimal buat para nasabah di tengah pandemi Covid-19. Upaya itu membuat perseroan berhasil mencatat pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

0 / 5. 0