Gara-gara Covid-19, Laba Bersih BUMN Tergerus Rp 96 Triliun

BitUniverse.net – Kinerja perusahaan pelat merah masih terdampak Covid-19. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memaparkan, hal itu terlihat dari laba bersih BUMN yang turun sebesar Rp 96 triliun sepanjang 2020.

“Ini belum diaudit. Bahwa jelas memang pandemi ini sangat terdampak juga BUMN, yang tadinya kita punya net profit, tapi ini tentu ada net profit bukan langsung dibagi tapi dipakai lagi buat BUMN lain, itu yang tadinya Rp 124 triliun pada tahun 2019, tahun ini mungkin konsolidasi hanya Rp 28 triliun,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Kamis (3/6).

Erick melanjutkan, penurunan laba bersih tersebut juga dipengaruhi oleh pendapatan BUMN yang turun secara signifikan dari Rp 1.600 triliun menjadi Rp 1.200 triliun.

Erick menyampaikan, perolehan perusahaan BUMN akan lebih terlihat juga dalam sebuah buku dan telah diaudit. Ia menyebut, tahun ini perusahaan-perusahaan pelat merah akan memiliki buku Kementerian BUMN secara konsolidasi.

“Kira-kira bulan September kita bisa presentasikan anggota dewan untuk konsolidasi buku yang sudah dirapikan,” imbuhnya.

Erick melanjutkan, buku konsolidasi ini penting untuk memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah agar dapat meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan negara. Dalam buku konsolidasi tersebut, kata Erick, nantinya akan terlihat keperluan rencana bisnis perusahaan termasuk penggunaan belanja modal perseroan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

5 / 5. 2900