11 Fintech Syariah Terdaftar OJK Terbaik di Indonesia

Sebelum membahasnya lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu pengertian dari Fintech Syariah. Fintech Syariah adalah kombinasi dari inovasi yang ada di bidang keuangan atau finansial dan teknologi yang proses transaksi dan investasinya berdasarkan dasar-dasar hukum syariah atau hukum Islam. Hal itulah yang membuat Fintech Syariah berbeda dengan Fintech-fintech lainnya.

Fintech berbasis syariah di Indonesia sampai saat ini hanya ada 11. Namun, pertumbuhan Fintech berbasis syariah di Indonesia ini diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi mengingat tentang masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim dan itu pasti akan membuat Fintech  dengan hukum syariah lebih diminati.

BitUniverse.net sudah membahas mengenai apa itu fintech? Namun tahukah anda bahwa terdapat fakta lain mengenai fintech? Yaitu fintech syariah! Fintech syariah adalah mereka sama sekali tidak mengenal adanya bunga, tapi sebagai gantinya mereka menerapkan sistem bagi hasil dengan tenor yang sudah disepakati.

Yang perlu diingat, ketika kamu sedang mencari sebuah Fintech entah itu konvensional ataupun syariah, pastikan bahwa Fintech tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), toh mencari Fintech Syariah OJK di Indonesia tidaklah susah.

11 Fintech Syariah Terdaftar OJK Terbaik di Indonesia

Fintech Syariah

Ke-11 Fintech Syariah Indonesia semuanya telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan alias OJK. Berikut nama-nama Fintech Syariah Indonesia yang telah terdaftar sebagai Fintech Syariah OJK :

  1. Ammana

Fintech Syariah - Ammana

Fintech berbasis syariah satu ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ammana telah beroperasi sejak Maret 2018. Ammana termasuk dalam Fintech Syariah terbaik di Indonesia.

Ammana sendiri lebih fokus melakukan kegiatan pendanaan pada para pelaku UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah). Ammana menyiapkan dana mulai dari Rp. 500.000 hingga Rp. 2.000.000.000 atau 2 miliar. Akad yang digunakan pun sesuai dengan kebutuhan mitra UMKM sehingga itu sangat fleksibel.

Selain pembiayaan, platform Ammana juga mengadakan program wakaf produktif seperti untuk pesantren, rumah sakit, dan lain sebagainya.

  1. ALAMI

Fintech Syariah - ALAMI

ALAMI memberikan pengaruh yang positif dengan bagian dari keuangan syariah yang dijalankannya. Fintech berbasis Syariah yang satu ini telah berdiri sejak tahun 2018 lalu.

Cara kerjanya adalah penyedia pinjaman akan membeli sejumlah piutang dari pelaku UMKM yang dalam hal ini selaku peminjam. Untuk sistem keuangannya sendiri ALAMI mendapatkan komisi sebesar 3% dari setiap penyaluran pembiayaan yang telah berhasil diterima.

ALAMI juga termasuk dalam Fintech Syariah terbaik di Indonesia dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Investree Syariah

Fintech Syariah - Investree Syariah

Investree Syariah telah beroperasi sejak Januari 2016 dan saat ini telah menjadi Peer-to-Peer Lending Platform ternama di Indonesia dengan nilai pinjaman yang tersalurkan lebih dari Rp. 350.000.000.000 alias 350 miliar di akhir tahun 2017.

Investree Syariah saat ini memberikan fasilitas pembiayaan dengan maksimal 80% dari nilai tagihan atau maksimal 2 miliar untuk setiap tagihan. Jangka waktu pembayaran akan disesuaikan dengan jatuh tempo tagihan atau maksimal 6 bulan disertai dengan pertimbangan dan juga analisis dari Investree.

Investree Syariah juga termasuk dalam 3 Fintech Syariah terbaik di Indonesia yang sudah terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Dana Syariah

Fintech Syariah - Dana Syariah

Salah satu Fintech Peer-to-Peer Financing yang berbasis syariah di Indonesia dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berfokus pada pendanaan properti yaitu Dana Syariah.

Nilai pembiayaan yang ditawarkan Fintech Dana Syariah ini adalah mulai dari Rp. 1.000.000.000 atau 1 miliar dengan jangka waktu cicilan mulai dari 1 tahun.

Selain menyediakan pendanaan properti, Dana Syariah juga menyediakan layanan yang dapat membantu penggunanya dalam hal perhitungan zakat dan menyalurkannya ke pihak yang tepat.

  1. Danakoo Syariah

Fintech Syariah - Danakoo Syariah

Danakoo Syariah dikemas sebagai marketplace yang mempertemukan pihak peminjam dengan para investor yang akan berinvestasi. Siapapun dapat mengajukan pendanaan disini.

Nilai pembiayaannya adalah minimal Rp. 500.000 hingga Rp. 50.000.000 untuk setiap pemohonnya. Untuk mengajukan pendanaan di Danakoo Syariah, calon peminjam bisa mendaftar di situs resmi milik mereka atau bisa juga dengan mengunduh aplikasinya dan mengikuti persyaratan yang ada untuk mendapatkan pendanaan.

  1. Qazwa

Fintech Syariah - Qazwa

Fintech berbasis syariah yang satu ini menghadirkan layanan pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha yang sedang membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha bisnisnya.

Qazwa memiliki beberapa syarat yang harus dimiliki oleh pelaku usaha yang berniat melakukan pinjaman disini, yaitu :

  • Lokasi usaha harus berada di Jabodetabek.
  • Usaha harus sudah berjalan selama minimal 6 bulan.
  • Kebutuhan biaya yang diajukan benar-benar diperuntukkan untuk modal usaha.

Jenis usaha yang bisa mendapatkan pembiayaan dari Qazwa juga ada beragam, mulai dari industri peternakan, pengolahan, perdagangan, dan lain sebagainya.

  1. Duha Syariah

Fintech Syariah - Duha Syariah

Terdapat 2 jenis layanan yang disediakan di Duha Syariah, yaitu pembiayaan konsumtif (barang atau jasa) dan pembiayaan perjalanan religi.

Untuk pembiayaan konsumtif, pembiayaan yang disediakan oleh Duha Syariah mulai dari Rp. 1.500.000 hingga Rp. 20.000.000 dan dengan pilihan cicilan 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.

Untuk pembiayaan perjalanan religi, pembiayaannya maksimal Rp. 30.000.000 dan terdapat pilihan cicilan 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan.

  1. BSalam

Fintech Syariah - BSalam

Fintech BSalam berbasis syariah yang fokus kepada industri pariwisata halal khususnya umroh dan haji. Setiap pemberi dana bisa memberikan pembiayaan mulai dari Rp. 3.000.000 dengan tenor yang sesuai dengan kebijakan BSalam.

  1. Ethis

Fintech Syariah - Ethis

Ethis menghadirkan jalan alternatif pendanaan dengan cara membentuk kelompok pemberi pendanaan supaya berpartisipasi secara syariah dalam kegiatan pendanaan dalam bidang Real Estate dan Infrastruktur. Ethis mempertimbangkan tingkat bagi hasil dan biaya-biaya lainnya adalah dengan penerima pendanaan, namun tergantung dalam pelunasan pendanaannya.

  1. Kapitalboost

Fintech Syariah - Kapitalboost

Fintech berbasis syariah yang satu ini juga telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kapitalboost juga memiliki fokus kepada UMKM di Indonesia yang membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya. Di Kapitalboost, kamu dapat mengajukan pendanaan pembelian sebuah barang dalam jangka pendek untuk menyelesaikan proyek yang diamandatkan untuk UMKM berkembang yang memiliki hubungan pekerjaan dengan perusahaan maupun lembaga lainnya.

  1. Papitupi Syariah

Fintech Syariah - Papitupi Syariah

Merupakan Peer-to-Peer Lending yang didirikan untuk memajukan industri keuangan syariah. Papitupi Syariah menjamin keamanan informasi yang diberikan. Jangka waktu pembiayaannya sendiri tergolong fleksibel. Pada Papitupi Syariah, risiko gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pembiayaan.

Keunggulan Fintech Berbasis Syariah

Fintech Syariah - Keunggulan Fintech Berbasis Syariah

Fintech berbasis syariah tentu berbeda dengan Fintech-fintech lainnya. Perbedaan dan keunggulan yang paling mencolok dari Fintech Syariah adalah :

  • Tidak ada bunga (riba). Mereka tidak menerapkan bunga sama sekali
  • Mekanisme penagihan pada Fintech berbasis syariah lebih mementingkan pendampingan daripada peminjam

Sampai disini saja pembahasan kita tentang Fintech yang berbasis syariah. Sekarang kamu bisa mulai mendata Fintech Syariah Indonesia yang sepertinya akan sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk memastikan apakah Fintech tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum kalau kamu memang memilih Fintech berbasis syariah selain yang telah disebutkan tadi. Jangan sampai membuat kesalahan hanya karena kecerobohanmu.

5 / 5. 998